ESENSI.TV, BEKASI - Suasana siang di SMAN 9 Tambun Selatan, Bekasi, mendadak memanas pada Selasa (3/6/2025) saat ratusan siswa turun ke lapangan sekolah untuk melakukan aksi protes.
Aksi ini bukan terkait pelajaran atau tugas sekolah, melainkan karena hal yang terdengar sepele tapi menyentuh soal kejujuran dan transparansi, yakni snack yang tak pernah diterima, namun diminta untuk ditandatangani sebagai sudah diterima.
Dalam aksi tersebut, para siswa membawa spanduk dan poster dengan tulisan-tulisan sindiran tajam.
Salah satu spanduk yang menarik perhatian berbunyi, "Tanda Tangannya Ada, Snacknya Ga Ada, Duitnya Kemana?"
Baca Juga: Chelsea Resmi Rekrut Liam Delap, Striker Muda Andalan Ipswich Town
Kalimat itu menggambarkan inti dari keresahan mereka, merasa diminta tanda tangan bukti penerimaan snack yang sejatinya tidak pernah mereka dapatkan.
Aksi ini bermula dari dugaan praktik administrasi fiktif yang melibatkan pendistribusian konsumsi untuk siswa dalam berbagai kegiatan sekolah.
Para siswa menuturkan bahwa mereka berulang kali diminta menandatangani daftar penerimaan snack atau makanan ringan, tetapi saat acara berlangsung, tidak ada makanan yang dibagikan.
Situasi ini menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak adil di kalangan siswa, terutama ketika mereka menyadari bahwa kejadian serupa sudah terjadi beberapa kali.
Baca Juga: Euforia Berubah Petaka, 11 Nyawa Melayang dalam Perayaan Kemenangan RCB di Bengaluru, India
Salah satu siswa kelas XI yang ikut dalam aksi tersebut menyatakan, “Kami hanya ingin kejelasan. Jika memang anggaran snack ada, kenapa kami tidak pernah menerima? Kenapa tetap diminta tanda tangan?”
Hingga saat ini, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi tersebut.
Namun, para siswa berharap kejadian ini tidak hanya ditanggapi sebagai kenakalan remaja semata, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi dan hak mereka sebagai peserta didik.
Aksi protes ini pun menuai sorotan publik setelah rekaman video dan foto para siswa viral di media sosial.
Artikel Terkait
Tak Terima Dinasehati, Remaja di Jember Tega Membuat Babak Belur Ibunya Sendiri
Bukan Wine, Prabowo Ternyata Bersulang Bersama Macron Minuman Ini
Bullying Berujung Maut, Siswa Kelas 2 SD di Riau Meninggal Usai Dianiaya Lima Kakak Kelas
Batalkan Diskon Listrik, Pemerintah Fokus Salurkan Subsidi Upah Rp300 Ribu per Bulan
Empat Camat dan Lurah di Medan Terbukti Pakai Narkoba, Wali Kota: Jika Mengulangi Akan Diberhentikan