Senin, 22 Desember 2025

Menuju Kota Global, Judistira Desak Pemerataan Akses dan Kualitas Air Bersih di Jakarta

Photo Author
- Jumat, 30 Mei 2025 | 15:35 WIB
Judistira Hermawan saat memberi pernyataan terkait krisis air bersih di DPRD DKI. (Foto: dok. DPRD DKI Jakarta)
Judistira Hermawan saat memberi pernyataan terkait krisis air bersih di DPRD DKI. (Foto: dok. DPRD DKI Jakarta)

ESENSI.TV, JAKARTA - Akses terhadap air bersih seharusnya menjadi hak dasar setiap warga kota, terutama di Jakarta yang sedang bersiap menyandang status baru sebagai Daerah Khusus Jakarta (DKJ). 

Namun, di tengah laju pembangunan dan transformasi Jakarta menjadi kota global, tantangan besar justru muncul dari hal yang paling mendasar, yakni ketersediaan air bersih. 

Hal ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, yang menilai bahwa krisis air bersih tidak bisa dianggap sebagai persoalan rutin biasa.

 Baca Juga: BMKG Apresiasi Inisiatif UGM dan Telkom, untuk perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami Nasional

Judistira mengungkapkan bahwa cakupan air bersih di Jakarta hingga tahun 2023 baru mencapai 67 persen. 

Ini artinya, masih banyak rumah tangga yang belum memiliki akses ke air bersih. 

Menurutnya, dengan status baru sebagai kota global, Jakarta harus segera mengubah pendekatan dan strategi pengelolaan air menjadi lebih visioner dan menyeluruh, bukan hanya menambal masalah secara sementara.

“Kita tidak bisa lagi berpikir secara business as usual. Ini tentang kebutuhan pokok masyarakat Jakarta dalam jangka panjang. Kita harus memikirkan Jakarta lima bahkan sepuluh tahun ke depan,” ujar Judistira di gedung DPRD DKI Jakarta, dikutip pada Jumat, 30 Mei 2025.

 Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari untuk Menjaga Jantung Tetap Sehat dan Berat Badan Stabil

Ia juga menyoroti ketimpangan kualitas air antarkawasan di Jakarta. Berdasarkan pengamatan dan laporan warga, air di Jakarta Utara cenderung memiliki rasa yang lebih asin dibanding wilayah lain seperti Jakarta Selatan atau Jakarta Barat. 

Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam sumber air baku dan pengolahannya di tiap wilayah.

“Sumber air kita perlu diperbanyak dan dipetakan ulang. Jakarta Utara, misalnya, menghadapi tantangan kualitas air yang jauh berbeda. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” jelasnya.

Melihat situasi tersebut, Judistira mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyusun program-program strategis di tahun 2025 yang dapat memperluas cakupan air bersih secara merata dan berkeadilan. 

 Baca Juga: Cara Mudah Merawat Busi Motor Supaya Mesin Awet dan Terhindar dari Mogok Mendadak

Halaman:

Editor: Raja H. Napitupulu

Sumber: dprd-dkijakartaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X